Kekecewaan Dalam Sebuah Pernikahan

Kekecewaan Dalam Sebuah Pernikahan

Saat 2 orang berjumpa dan memilih untuk merajut hubungan romantis keduanya, mereka selalu mengawali dengan keinginan yang tinggi namun ada juga ada Kekecewaan Dalam Sebuah Pernikahan. Mereka benar-benar suka dan menyaksikan seseorang lewat kacamata warna mawar.

Malapetaka Yang Disebabkan Oleh Kekecewaan Dalam Sebuah Pernikahan

Tetapi sama seperti yang dijumpai umumnya dari kita, hati penuh kasih itu tidak selamanya bertahan selama-lamanya. Itu untuk beberapa pasangan, tapi untuk banyak, mereka mendapati hubungan mereka lebih buruk sepanjang tahun sebab bermacam argumen.

Baca Juga: Kencan Malam di Rumah

Saat hubungan perlahan-lahan turun, apa yang merayap masuk? Kedengkian. Kedengkian dalam pernikahan menjadi toksin yang dapat membunuh cinta – bila Anda biarkan. Tetapi pertama kali, silahkan kita artikan kedengkian membuat Kekecewaan Dalam Sebuah Pernikahan, sehingga kita dapat menyaksikan apakah itu sesungguhnya.

Apa Kedengkian Itu?

Kedengkian ialah merasa sakit hati, kekesalan, kemarahan, atau emosi negatif yang lain yang bertahan sepanjang waktu periode tertentu. Umumnya tidak raib sendirinya – kebalikannya, dia terakumulasi dan tumbuh semakin besar.

Saat kedengkian ini bersambung, beberapa orang dalam hubungan itu berasa lebih susah untuk mengutarakan cinta dan empati keduanya. Argumen untuk ini ialah sebab merasa sakit yang tidak kedengar dan terlewatkan yang mereka membawa. Karenanya, kedengkian ialah emosi paling toxic dari semua hubungan apa saja, khususnya pernikahan.

Pemicu Kedengkian

Ada beberapa argumen kenapa kekecewaan dalam pernikahan dapat berkembang. Umumnya, itu terjadi saat salah satunya pasangan berasa jika mereka lebih penuh kasih, perhatian, dan “datang” dalam hubungan dibanding lainnya.

Bila didiamkan tanpa pemantauan, hal tersebut bisa berkembang jadi penghinaan, yakni saat 2 orang berasa benar-benar menyepelekan keduanya.

Berikut sejumlah pemicu umum kedengkian dalam pernikahan:

  • Selalu Perlu Jadi Betul

Saat pasangan menyaksikan kerja sama mereka sebagai kompetitor dan bukan rekanan satu team, kedengkian kemungkinan akan menimbun. Bila mereka selalu usaha untuk “memenangi” sebuah argument dan jadi “betul”, karenanya akan mengakibatkan kedengkian keduanya.

  • Egoisme

Saat salah satunya atau ke-2 orang cuman pikirkan keperluannya sendiri, perkawinan tidak jadi produktif. Kebalikannya, ke-2 orang itu perlu pikirkan mengenai keperluan pasangan mereka minimal sama dengan, bila kurang dari, keperluan mereka sendiri.

  • Meremehkan

Orang kerap malas dalam pernikahan. Mereka memikir, “Oh… saya telah menikah! Saat ini saya tak perlu bekerja sebab saya telah “mempunyai” mereka!

  • Penyimpangan

Tidak ada yang menyukai diberlakukan dengan jelek, tetapi sayang, itu terjadi dalam banyak perkawinan. Kekerasan bermakna fisik, emosional, DAN psikis. Kapan saja seorang dilecehkan, kedengkian pasti tumbuh.

  • Meremehkan Hati Pasangan Anda

Ini berkaitan erat dengan keegoisan sebab bila Anda tidak egois, Anda akan memerhatikan hati pasangan Anda. Tapi bila mereka berkali-kali memberitahu Anda bagaimana hati mereka dan mereka diacuhkan, itu akan mengakibatkan kedengkian.

  • Manipulasi atau Pembelotan

Sumpah pernikahan mengikutkan kalimat “tinggalkan semuanya yang lain”. Jadi, bila salah satunya pasangan mengkhianati pasangannya berbentuk perselingkuhan (baik fisik atau emosional), jadi tidak mengejutkan bila hati pada pasangan yang serong akan beralih menjadi negatif, yang tentu saja memunculkan kekecewaan dalam pernikahan.

Bagaimana Kedengkian Memengaruhi Satu Hubungan?

Bila kedengkian berkembang sepanjang beberapa bulan, sekian tahun, atau bahkan juga beberapa puluh tahun, itu bisa ke arah pada penarikan diri.

Saat salah satunya atau ke-2 pasangan menarik diri, mereka jadi jauh secara emosional dan / atau fisik keduanya. Tidak bakal ada keintiman dan cinta saat Anda pisah bukannya berpadu.

Ke-2 , kedengkian dapat mengakibatkan banyak pertikaian dalam pernikahan. Perselisihan itu normal dan alami, namun pada hubungan yang sehat, orang bisa menangani permasalahannya dengan tenang dan produktif. Tetapi, jika ada kedengkian yang mengincar antara Anda berdua, karena itu perkelahian dapat turun dan kotor.

Pada akhirnya, kedengkian bisa juga ke arah pada pelecehan atau penelantaran. Sama seperti yang saya pastikan di atas, ini bisa juga jadi pemicu kedengkian. Tapi bahkan juga bila mereka bukan pemicu langsung, mereka tentu menjadi dampak juga.

Apa Tanda Kekecewaan?

Tiap pernikahan berlainan, hingga kedengkian bisa diwujudkan secara berlainan untuk pasangan yang lain. Tetapi, ada banyak tanda yang biasa pada banyak hubungan di mana terdapat banyak kedengkian yang tampil antara beberapa orang.

  1. Berikut sejumlah tanda umum:
  2. Kehidupan sex Anda menanggung derita
  3. Jarak yang tidak biasa, ketenangan, atau hati tegang antara Anda berdua
  4. Perilaku pasif-agresif oleh satu atau ke-2 orang
  5. Komentar mengenai putus – apa itu serius atau bergurau
  6. Anda berasa seperti rekan sekamar dan bukan pasangan yang telah menikah
  7. Anda tak lagi bicara atau lakukan suatu hal yang membahagiakan bersama

Bagaimana Anda Hentikan Kedengkian dalam Pernikahan?

Tidak gampang hentikan kekecewaan dalam pernikahan, tapi itu dapat dilaksanakan. Tetapi, KEDUA orang harus memiliki komitmen 100% untuk membuat kembali pernikahan supaya beberapa kiat ini sukses.

Berikut cara-cara untuk hentikan kedengkian dalam pernikahan Anda:

  1. Tidak boleh Sembunyikan atau Menyanggah Hati Anda.

Kadang, orang bahkan juga tidak mengaku hatinya sendiri. Mereka kemungkinan dibesarkan dalam keluarga di mana mengutarakan rasa mereka tidak dianjurkan. Jadi, coba untuk pahami bagaimana hati Anda hingga Anda bisa mengenali secara jelas di mana Anda berdiri.

  1. Gesturkan Hati Anda ke Pasangan Anda Secara Terang dan Langsung.

Sesudah Anda mengenali bagaimana hati Anda, karena itu Anda perlu memberitahu pasangan Anda. Tidak ada yang dapat membaca pemikiran. Saya ketahui itu jelas sudah, tapi sebagian orang tidak dapat tangkap kode yang diberi seseorang ke mereka. Jadi, jadilah benar-benar, benar-benar terang dan langsung mengenai apa yang Anda alami dan apa yang Anda perlukan.

  1. Bila Anda Simpan Sakit hati, Tulislah Daftar Kenapa Itu Tidak Berguna.

Simpan sakit hati ialah hal yang umum dilaksanakan orang saat berasa kecewa. Tetapi, sakit hati tak pernah membenahi hubungan apa saja. Jadi, bila Anda merasakan diri Anda sembunyikan hati Anda, tulis kenapa lakukan itu TIDAK menolong.

  1. Tulis Kenapa Anda Harus Maafkan Pasangan Anda.

Kadang, kedengkian dalam pernikahan diawali pada suatu hal yang relatif kecil. Ini kemungkinan tidak berasa kecil, tetapi kemungkinan memang betul. Jadi, benar-benar menolong untuk tuliskan semua, dan saksikan apa yang dapat Anda bebaskan dan buat apa Anda dapat maafkan pasangan Anda.

  1. Tidak boleh Bawa Orang Lain ke Negatifitas Anda.

Beberapa orang berasa perlu melepaskan hati ke teman dekat, keluarga, atau siapa saja yang ingin dengarkan kenapa mereka berasa kecewa pada pasangannya. Tapi pikirkanlah – bicara sama orang lain tidak menuntaskan permasalahan Anda. Berbicaralah dengan pasangan Anda, bukan seseorang.

  1. Coba Mempunyai Empati.

Empati coba menyaksikan satu keadaan dari pemikiran seseorang. Ini ialah hal yang susah dilaksanakan pada kondisi normal, tapi saat Anda sedang kecewa, itu bahkan juga lebih susah. Tapi itu tidak bermakna Anda tidak bisa coba. Ingat-ingatlah jika ada selalu dua segi dalam tiap narasi.

  1. Konsentrasi pada Kualitas Baik Partner Anda.

Pasangan Anda tentu mempunyai BEBERAPA kualitas yang bagus, kan? Tujuan saya, Anda memang menikah sama orang itu, jadi saya beranggapan ada beberapa hal yang Anda gemari dari mereka. Jadi, bukannya fokus pada beberapa hal yang menurut Anda salah, konsentrasilah dari sesuatu yang baik mengenai mereka.

  1. Jumpai Terapi Bila Dibutuhkan.

Banyak pasangan yang tidak dapat menangani kedengkian mereka sendiri. Dalam kasus ini, benar-benar menolong untuk cari kontribusi dari profesional yang terbiasa. Mempunyai faksi ke-3 yang netral menolong Anda menangani permasalahan Anda menjadi ketidaksamaan di antara selamatkan pernikahan Anda atau mungkin tidak.

Dapatkah Kekecewaan Merusak Perkawinan? Ini adalah pertanyaan yang umum, dan jawabnya ialah YA. Kedengkian DAPAT merusak pernikahan. Tetapi itu tidak harus.

Bila Anda tidak mau kedengkian menghancurkan pernikahan Anda dari dalam ke luar, karena itu Anda harus ambil perlakuan untuk coba menyelesaikannya – bisa lebih cepat dibanding kelak. Makin cepat Anda berdua coba memisah hati Anda dan mengganti perlakuan Anda jadi lebih baik, makin tinggi peluang Anda untuk selamatkan pernikahan Anda dan jadi berbahagia kembali.